TUMBUH KEMBANGKAN BISNISMU!

Gimana sih cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar?

Itu adalah pertanyaan pertama yang muncul ketika kita memulai sebuah bisnis. Sudah menjadi kebiasaan pelaku usaha untuk terus berkreasi dan berinovasi untuk memperluas sayap usaha yang dikembangkannya.

Mengembankan usaha tentu saja butuh usaha keras, ketekunan, kesabaran, konsistensi dan tekad yang kuat. Apalagi jika sebuah usaha dimulai dari nol. Tidak ada cara instan dalam mengembangkan sebuah usaha. Banyak aspek yang penting untuk diperhatikan. Dan, jika kita ingin berhasil, semua aspek harus kita maksimalkan.

Terkadang ada hal kecil yang tak detail namun tak boleh kita abaikan. Jika hal kecil ini kita perhatikan, pastinya akan membantu dalam perkembangan usaha kita.

Pada umumnya, sebuah usaha dikatakan berkembang ketika usaha tersebut memperoleh penghasilan yang tinggi atau setidaknya selalu mengalami kenaikan penghasilan. Hal ini berkaitan erat dengan penjualan. Penjualan juga sangat erat kaitannya dengan pemasaran dan produk. Untuk itu, ketika kita berpikir bagaimana cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar, maka kuncinya ada penghasilan, penjualan, pemasaran dan produk.

Kualitas Produk
Hal paling dasar yang sangat perlu kita perhatikan pertama kali adalah kualitas produk kita sendiri. Suatu produk dikatakan memiliki kualitas yang tinggi jika memenuhi syarat berikut, yang pertama adalah sesuai dengan apa yang dibutuhkan pelanggan. Yang dibutuhkan pelanggan artinya yang dibutuhkan pasar juga, jadi kita harus berinovasi untuk menciptakan produk yang sekiranya akan menarik pelanggan, dalam hal ini kita dituntun untuk berpikir layaknya pelanggan itu sendiri.

Yang kedua adalah produk yang mampu berkompetisi dengan produk milik pesaing, ketika kita sudah melakukan inovasi-inovasi pada produk, mungkin saja produk pesaing masih memiliki kualitas yang lebih baik, misalnya lebih tahan lama, lebih canggih, lebih up to date, dan sebagainya. Jadi pastikan bahwa produk kita tidak kalah dengan produk pesaing, dengan begitu usaha yang kita miliki akan lebih mudah untuk berkembang.

Masalah produk ini sangat perlu kita perhatikan, jujur saja bahwa apapun yang kita lakukan, strategi apapun yang kita terapkan, hanya akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan produk yang berkualitas, produk yang memiliki manfaat, produk yang memiliki nilai lebih. Jadi, bersemangatlah untuk menciptakan produkĀ number one.

Harga Yang Tepat

Masalah harga juga telah menjadi isu yang hangat dikalangan para pebisnis, antara kualitas dan harga sangat erat kaitannya karena kualitas yang tinggi cenderung membutuhkan biaya yang tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menentukan harga jual yang tepat, diantaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya produksi, dan tingkat keuntungan yang diinginkan.

Pelanggan, tidak bisa di pungkiri bahwa pelanggan merupakan prioritas kita, jadi pastikan bahwa harga jual yang kita tetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan. Pesaing, perlu juga untuk melihat harga jual yang di tawarkan oleh pesaing yang memiliki produk yang sama, pastikan bahwa harga jual produk kita dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing. Biaya produksi, faktor ini merupakan faktor utama dalam menentukan harga jual produk, jangan sampai harga jual yang di tetapkan tidak dapat menutup biaya-biaya yang telah terjadi. Kemudian tingkat keuntungan, ini artinya apakah harga jual sudah pantas atau belum, di nilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan.

Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran ini juga merupakan faktor penting dalam pengembangan usaha, strategi pemasaran yang baik tentu akan menjadi cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar yang efektif. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh banyak praktisi bisnis yang sebelumnya telah sukses. Terdapat banyak cara dan strategi pemasaran yang dapat kita lakukan, hanya saja kita harus benar-benar tepat dalam memilih strategi dan medianya, karena ini berkaitan dengan masalah waktu dan biaya, dalam artian efektivitas dan efisiensi sangat dibutuhkan disini.

Yang perlu diingat juga, ketika kita telah menemukan strategi dan cara pemasaran yang tepat, lakukanlah pemasaran secara konsisten, artinya lakukan pemasaran secara terus menerus. Hal ini dapat kita lakukan walaupun produk kita sudah dikenal, ini sangat bermanfaat untuk terus mengingatkan pelanggan akan keberadaan produk kita, hal ini perlu kita lakukan karena setiap saat selalu saja muncul pesaing-pesaing baru yang mencoba mengambil alih pangsa pasar yang telah kita kuasai sebelumnya.

Efektivitas dan Efisiensi Biaya
Biaya yang efektif dan efisien akan menciptakan biaya yang lebih rendah dengan kualitas produk yang tinggi. Dengan biaya yang lebih rendah, maka kita dapat menciptakan produk dengan harga yang lebih rendah, dan hal ini tentunya akan menjadi senjata kita dalam berkompetisi dengan para pesaing. Lalu, bagaimana caranya untuk efektivitas dan efisiensi biaya? Ada banyak hal yang dapat kita lakukan, contohnya: melakukan perekrutan karyawan seminimal mungkin, artinya kita harus benar-benar menganalisis pekerjaan seperti apa yang akan dilakukan oleh karyawan, dengan begitu kita akan tahu berapa banyak karyawan yang sebenarnya kita butuhkan.

Contoh lain, memilih pemasok bahan baku yang menawarkan harga lebih rendah dengan kualitas seperti yang diinginkan, untuk melakukan ini kita butuh koneksi usaha yang luas karena untuk menemukan pemasok yang bagus tidaklah mudah, tapi begitu kita menemukannya maka ini akan sangat berdampak positif sekali untuk kegiatan operasi usaha, jadi ketika kita telah menemukan pemasok bahan baku yang bagus maka jalinlah kerjasama bisnis yang harmonis.

Contoh lain lagi, hilangkan pernak-pernik produk yang tidak memiliki nilai tambah, ini jelas akan menekan biaya menjadi lebih rendah. Buat apa juga coba mempertahankan hal yang tidak memiliki nilai tambah, buang-buang biaya! Nah, untuk melakukan hal ini, kita harus benar-benar menganalisis nilai dari produk, kalau perlu ajukan permintaan kepada pelanggan untuk mengkritiki dan memberi masukan atas produk kita tersebut.

Alokasi Laba
Dalam upaya untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang kita miliki, bijaknya kita melakukan alokasi laba dengan tepat. Yang dimaksud dengan alokasi laba adalah tidak mengambil laba yang diperoleh dengan jumlah yang besar. Ingat, kita adalah pebisnis yang ingin mengembangkan usaha, jadi janganlah mengambil laba yang sebelumnya kita peroleh untuk memenuhi kebutuhan kita yang kurang penting, cukup ambil sebagian laba untuk kebutuhan pokok saja, seperti makan 3x sehari secukupnya (jangan yang mewah-mewah, nanti sama saja dong).

Kenapa kita harus melakukan alokasi laba? Ini karena akan bermanfaat untuk modal pengembangan usaha itu sendiri, misalnya menambah produksi, menggencarkan pemasaran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat realistis sekali, daripada untuk enjoy-enjoy lebih baik laba tersebut kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, ingat kita masih di awal, masih perlu pengoptimalan dan pengembangan. Memang ada alternative untuk mendapatkan modal, yaitu dengan pinjaman. Tapi, apa juga kita akan menghambur-hamburkan laba yang sebelumnya kita peroleh, ingin enjoy-enjoy, tidakkan? Jadi, sekali lagi gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk usaha kita, jika ada pinjaman maka akan lebih baik lagi untuk tambah-tambah modal.

Evaluasi Kelayakan Usaha
Dalam memulai usaha, saya pernah mengatakan bahwa perlunya suatu analisis kelayakan usaha untuk mengetahui apakah usaha yang akan dijalankan layak atau tidak. Hal ini juga berlaku ketika kita berusaha untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang dijalankan. Ini juga akan memberikan informasi kepada kita tentang potensi keberlanjutan usaha, sehingga kita dapat mengelolanya dengan lebih baik lagi. Nah, cara bagaimana kita melakukan analisis kelayakan usaha ini sudah saya bahas sebelumnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *