PERBEDAAN MENDASAR ANTARA PEDAGANG DENGAN PENGUSAHA

Ketika kita duduk dibangku sekolah dasar, kita memiliki mimpi yang sering dijadikan jawaban setiap ditanya “apa cita-citamu?”. Banyak yang kemudian menjawab guru, dokter, polisis, dan lain sebagainya. Namun dikemudian hari, ketika kita beranjak dewasa, apakah kita akna mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan atau menghadapi kenyataan yang ada dengan melakukan berbagai perubahan?

Banyak orang ketika menginjak usia dewasa ingin memiliki usaha sendiri. Ada yang menyebutnya pedagang, ada yang menyebut diri mereka sebagai pengusaha.

Padahal, ada hal mendasar yang membedakan antara pedagang dengan pengusaha.

Apa saja itu? Saya akan membantu memberikan pandangan dari berbagai sumber.

Tinjauan orientasi /fokus usahanya.

Pedagang: Money oriented, dikepalanya hanya berkutat pada bagaimana cara mengumpulkan uang yang banyak.

Pengusaha: Lebih fokus dan berorientasi untuk membuat sistem yang akan melancarkan usahanya.

Dilihat dari cara kerjanya.

Pedagang: Segala hal dikerjakan sendiri. Mulai dari pengecekan barang, belanja, menghitung keuangan, negoisasi dengan supplier, dan masih banyak lagi.

Pengusaha: Mengawasi kinerja karyawan, apakah sudah menghasilkan atau belum.

Lihat siapa pemain utamanya.

Pedagang: Pemeran utamanya adalah pedagang seorang. Kelancaran bisnisnya tergantung pada usahanya sendiri.

Pengusaha: Lebih mengandalkan pada kerja tim dari karyawannya.

Pedagang: belum tentu pernah menjadi pengusaha.

Pengusaha: Pernah jadi pedagang.

Tinjauan dari tren.

Pedagang: bisnisnya mengikuti tren yang ada.

Pengusaha: pengusaha selalu menciptakan tren sendiri.

Pedagang: Lebih ke bagaimana menghidar dari resiko kerugian. Orientasi pada laba.

Pengusaha: Tidak memperdulikan resiko. Selalu berorientasi pada investasi. Tidak pernah kapok.

Tinjauan dari usahanya.

Pedagang: Lebih penting untung, sehingga barang apa pun dijual.

Pengusaha: Lebih memilih untuk mencari ide baru atau mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Pedagang: Penghasilan yang diterima berdasarkan apa yang dikerjakannya sehari.

Pengusaha: Penghasilannya dapat diketahui pada masa yang akan datang.

Hari libur.

Pedagang: menghitung hari hingga hari libur. Pedagang jarang melakukan libur karena ketika ia libur maka ia tidak mendapatkan penghasilan.

Pengusaha: Libur kapan saja boleh karena sistem usahanya sudah berjalan dengan baik. Namun tidak terlalu mengharapkan hari libur.

Cara kerja.

Pedagang: Membeli barang untuk dijual kembali agar mendapatkan untung.

Pengusaha: Menciptakan atau memodifikasi yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif dan berguna, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *